@thebiblesay

Tampilkan postingan dengan label KESAKSIAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KESAKSIAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juni 2012

Lalui Pergumulan Rumah Tangga dengan Kuasa Doa

Pergumulan didalam kehidupan rumah tangga, memang selalu terjadi. Terkadang kita dapat lemah dan mengambil jalan pintas untuk menyelesaikannya. Namun dibalik pergumulan itu, ada pesan sukacita dari Allah Bapa bagi siapapun yang tetap mengarahkan iman dan pandangan terhadap firmanNya.
Mendengar kata “perselingkuhan” tentu sangat menyakitkan bagi seorang wanita. Hal inilah yang dirasakan oleh ibu TM (sumber kesaksian tidak ingin disebutkan namanya) ketika mendengar kabar dari orang lain, bahwa sang suami berselingkuh dengan wanita lain yang sudah berkeluarga. Padahal sang suami sendiri adalah seorang pemimpin di kampungnya. Bahkan salah satu hamba Tuhan di gerejanya. Hal inilah yang sempat menggoncangkan imannya.
Untuk membuktikan kabar tersebut, Ibu TM memberanikan diri untuk menanyakan langsung perihal perselingkuhan itu kepada suaminya. Sang suami pun membantah kabar tersebut. Ibu TM terus belajar untuk berserah dan percaya terhadap suaminya.
Hingga tidak berapa lama, Ibu TM merasakan sesuatu yang tidak enak pada areal payudaranya. Bintik gatal yang terdapat pada payudaranya semakin terlihat merah seiring berjalannya waktu. Dirinyapun memeriksakan diri ke dokter setempat. Dokter sempat mendiagnosa bahwa bintik tersebut merupakan peradangan. Karena faktor diabetes pun, payudara Ibu TM mengeluarkan abses (penimbunan nanah).
Dalam pergumulannya, Ibu TM teringat pada tayangan Solusi Life di salah satu televisi swasta nasional. Dirinyapun segera menghubungi call center Solusi Life, via pesan singkat, untuk meminta dukungan doa bagi penyakit yang dideritanya dan kabar mengenai perselingkuhan sang suami.
Mukjizat Tuhan pun melawat tubuh Ibu TM. Melalui dukungan team Solusi Life, abses (penimbunan nanah) di areal payudaranya pecah dan mengeluarkan seluruh cairan yang membuat bekas lukanya kering. Kondisi ini berangsur membaik dan dirinya merasa lega.
Kini Ibu TM lebih tenang dalam menjalani bahtera rumah tangganya. Dirinya mempunyai kekuatan dan sukacita dalam kehidupan, melalui penyerahan diri dan kuasa doa yang selalu dipanjatkan kepada Tuhan. Tak lupa dirinya juga bersyukur atas segala dukungan doa dari tim Solusi Life.
Kondisi apa pun dalam kehidupan Anda, tidak ada yang lepas dari pandangan Tuhan karena Dia perduli akan kehidupan Anda. Jika mukjizat kesembuhan dialami Ibu TM, maka Anda dan orang lain juga bisa mengalami mukjizat kesembuhan, pemulihan rumah tangga, maupun masalah ekonomi. Konseling Center CBN siap 24 jam dan 7 hari dalam seminggu untuk mendukung Anda melalui layanan konseling dan doa.
Jika Anda pernah diberkati oleh Konseling Center CBN dan ingin Konseling Center CBN tetap hadir melayani 24 jam dan 7 hari dalam seminggu, Anda dapat mendukung melalui pemberian donasi. Jadilah Mitra CBN. Kemitraan Anda dengan CBN, turut memastikan jutaan orang di bangsa ini dapat mengenal kasih Kristus!

Kebencian Itu Membuatku Hampir Mati

Junkim atau akrab disapa Akim memang memiliki riwayat sakit mag sehingga dia tidak boleh telat maka. Namun kali ini, sakit yang dirasakan bukan sakit biasa. Junkim menggambarkan dirinya seperti orang yang sedang ditusuk pisau. Walaupun ikut panik, Grace istrinya merasa kalau sikap Junkim terlalu berlebihan.
“Saya pikir suami saya ini kok lemah sekali, tahan penyakit seperti itu saja kok nggak bisa,” ungkap Grace.
Sesampainya di rumah sakit, Grace terkejut oleh hasil pemeriksaan dokter. “Terdapat pelebaran pembuluh darah aorta yang cukup besar di perut. Diameternya hampir 15 cm. karena itu maka harus dilakukan tindakan operasi detik itu juga,” ungkap dokter Rachim Sobarna, dokter bedah yang dulu menangani Junkim.
Permasalahan mulai timbul ketika Junkim menolak untuk operasi. Hal ini dilakukannya karena dulu dia pernah berdoa pada Tuhan agar seumur hidup pisau operasi tidak pernah menyentuh tubuhnya. Grace berusaha membujuk Junkim, namun Junkim terus menolak.
Saat sedang bergulat dengan rasa sakit yang begitu rupa, Junkim membuat sebuah pengakuan. Grace sempat menyangka kalau Akim mengaku sudah berselingkuh atau melakukan tindakan buruk lainnya, namun ternyata tidak. Dengan terbata dan menahan rasa sakit, Junkim mengaku bahwa dia sangat membenci istrinya itu. Kebencian itu dirasakannya karena sifat istrinya dianggap terlalu berlebihan.
Grace adalah seorang wanita yang sangat dominant sehingga Junkim merasa dirinya tidak dihargai sebagai kepala keluarga. “Di dalam banyak hal dia mencoba mengambil posisi saya, padahal saya kan yang kepala keluarga,”
Semuanya menjadi lebih parah ketika akhirnya usaha Junkim bangkrut. Grace merasa sangat kesal karena melihat Junkim hanya berdoa tanpa melakukan tindakan yang berarti. Dia juga tersinggung karena merasa dirinya tidak diajak untuk berdoa bersama selayaknya suami istri. “Kenapa dia berdoa sendiri, kenapa saya tidak diajakin, toh saya kan istrinya. Makanya di situ saya jadi kesal sama dia, dan saya bilang ‘udah nggak usah doa percuma doa juga nggak akan didengerin sama tuhan’”, kenang Grace.
Perkataan Grace itu sangat menyinggung hati Junkim, dia pun berikthiar untuk tidak lagi berdoa dan membiarkan semua terjadi begitu saja. Karakter Junkim yang tertutup membuat Grace tidak menyadari bahwa Junkim sangat kesal dan bahkan membencinya.
“Saya nggak nyangka kalau kejadian itu membuat dia sedemikian benci sama saya. Padahal hari-hari sesudah kejadian itu, dia nggak pernah nunjukin kalau dia itu benci sama saya atau dia itu marah sama saya,” ungkap Grace.
Pengakuan Junkim tentang kebenciannya pada Grace membuat Grace tertampar. Dia menyesali perkataannya itu dan berharap bisa memutar waktu agar tidak mengulang perbuatannya itu. “Waktu suami saya bilang seperti itu, saya benar-benar menyadari, saya ingat saya istri macam apa sampai saya mengucapkan kalimat seperti itu,” ungkap Grace.
Karena kondisi Junkim terus memburuk, dokter memutuskan untuk segera melakukan operasi. Namun sesaat sebelum pelaksanaan, Grace dibuat panik oleh pernyataan dokter bahwa kasus seperti yang dialami Junkim 90 persen berakhir kematian.
Pernyataan dokter sempat membuat Grace putus asa. “Saya baru dua bulan menikah, kalau operasi suami saya gagal saya harus seperti apa,” Grace mengenang kecemasannya.
Namun tiba-tiba pandangan Grace tertuju pada sebuah poster yang bertuliskan bahwa Yesus adalah mujizat yang hidup. “Di situ saya mendapat kekuatan, dan saya percaya bahwa Yesus dapat menyembuhkan suami saya,” Grace yakin.
Mujizat pun terjadi, operasi Junkim sukses dan dia bisa bertahan hidup. Namun ternyata masalah antara Grace dan Junkim belumlah selesai. Begitu sadar dari pengaruh obat bius, Junkim berontak dan ingin melepas semua alat bantu pernafasan, infus, dan semua keluar dari tempat tidurnya.
Junkim sama sekali tidak mengindahkan niat baik Grace untuk berubah. Hatinya masih sakit atas tindakan Grace. Berbeda dengan Junkim, Grace justru semakin gigih menunjukan perubahan sikapnya. Janji pernikahan yang dulu pernah diucapkannya menjadi penguatnya untuk terus menunjukan perubahan karakternya.
Sedikit demi sedikit hati Junkim mulai melembut, apalagi ketakutannya pada kematian membuatnya semakin membutuhkan support dari seorang istri. “Saya pada saat itu saya sangat merasakan kasih sayang seorang istri, cuma saya masih belum bisa memaafkan dia. Sampai pada satu titik saya lihat orang masuk ICU dalam kondisi bernafas keluarnya sudah ditutup kain putih, ini sepertinya saya tunggu giliran. Kapan nih kena di nomer saya, saya akan ditutup kain putih dan saya akan di dorong ke luar sama seperti mereka,” ungkap Junkim.
Ketakutan Junkim itu mengingatkannya pada pengalaman spiritualnya pada saat menjalani operasi. “Saya mengalami penglihatan spiritual dibawa ke neraka. Saya melihat ada satu orang yang saya tahu bahwa dia adalah orang yang baik, dia juga adalah sosok yang taat,” kisah Junkim.
Dalam kebingungan Junkim, dia mendengar sebuah suara yang diyakininya sebagai suara Tuhan. “Dia ada di sini karena dia benci istrinya,” Junkim menceritakan pendengarannya.
Junkim merasa apa yang dilakukan orang itu sama seperti apa yang dilakukannya. Dia pun akhirnya bertanya kepada Tuhan bagaimana caranya agar dia tidak mengalami nasib yang sama dengan temannya itu.
“Tuhan saya tidak mau berada di tempat seperti ini!” ucap Junkim.
“Dengan adanya kasih dari padaku, kamu dapat mengasihi istrimu dengan benar,” jawab Tuhan.
Disitulah Junkim memutuskan untuk meminta kasih dan kesetiaan Tuhan memenuhi hatinya, sehingga dia bisa mengasihi istrinya dengan benar. Namun Junkim mengaku itu bukanlah hal yang mudah. “Tapi buat saya itu hal yang nggak gampang. Saya butuh waktu, saya berjuang keras untuk bisa melakukan itu,” ungkap Junkim.
Usaha Grace akhirnya berbuah manis. Junkim akhirnya mampu melihat ketulusan hati Grace, hatinya sangat tersentuh melihat pengorbanan Grace yang rela terus berjaga di samping tempat tidur Junkim untuk merawat Junkim walaupun kondisi tubuhnya sudah sangat lemah.
“Saya juga bisa merasakan dia itu tulus mencintai saya, itulah yang membuat hati saya itu hancur. Di situlah saya merasakan saya bisa melepaskan pengampunan itu untuk istri saya. Saya bisa merasakan kasihnya, saya bisa menghancurkan kebencian saya,” ungkap Junkim.
Semenjak hubungan mereka pulih, baik Grace maupun Junkim terus memperbaiki sikap mereka. Mereka selalu belajar berkomunikasi dengan baik dan tidak menggunakan asumsi sendiri-sendiri serta terus melibatkan Tuhan dalam rumah tangga mereka. “Ketika saya berserah kepada Yesus, Yesus memulihkan hubungan saya sebagai suami dan istri,” ungkap Grace.

James Danardono : Setan Adalah Temanku Sejak Kecil

James Danardono sudah menjalin komunikasi dengan roh halus sejak kecil. Ketiadaan ayah yang sering pergi ke luar kota dan ibu yang kerap sakit-sakitan  membuat James kerap melamun. Di dalam kesendirian inilah, ia berbicara dengan setan yang mendatanginya.
Tidak hanya menemani mengobrol, makhluk kasat mata ini juga memberikan bantuan ketika James sedang mengalami kesulitan dari teman-temannya. Pada saat dikerjai oleh anak-anak sebayanya, “kawan”-nya ini pun turun tangan membalas tindakan mereka.
Beranjak remaja, James pindah ke luar kota bersama keluarga. Di lingkungan barunya ini, ia bergaul karib dengan para preman. Oleh karena kedekatannya itu, ia pun selalu ikut serta dalam keributan-keributan dengan kelompok lain.
“Dan itu seringkali, kami seringkali ribut, tawuran dan tidak sedikit yang mati makanya dengan itu saya minta roh membantu saya dan rekan-rekan saya. Selain melindungi kami, juga dapat membuat kami kebal saat ditebas pedang dan benda-benda tajam lainnya,”
Berjalan dengan waktu, setan menginginkan ‘hubungan yang lebih’ dengan James. Dalam hubungan yang barunya, setan mau tinggal di diri James. Mendengar hal ini, James pun menolak permintaan setan tersebut.
Namun ternyata keputusannya ini hanya sebentar. Seiring dengan semakin banyaknya musuh yang ia miliki, James akhirnya bersedia menerima tawaran setan. Dengan kesadaran penuh, ia pun mau mengikuti sejumlah ritual-ritual menyeramkan yang dipersyaratkan kepadanya.
Hanya saja, belum setengahnya menjalani persyaratan, James sudah lari tunggang langgang. Ia pergi dari tempat dimana ia akan melakukan ritual karena ia merasakan ketakutan yang sangat.
Di tengah keadaan seperti itu, James memanggil nama Tuhan Yesus. Ia bisa melakukannya karena ia sempat diajarkan oleh sang kakak bahwa jika ia takut akan setan, sebutlah nama Tuhan Yesus.  
Singkat kisah, James pun memutus hubungan dengan si setan. Akan tetapi, keputusannya ini membawa konsekuensi yang tidak menyenangkan. Kehidupannya semenjak itu terus diteror oleh makhluk-makhluk halus.
Tidak mendapatkan kedamaian di dalam rumahnya sendiri, James akhirnya mengungsi sejenak ke tempat sang kakak. Berharap situasi akan berubah ternyata itu salah besar. Situasi justru semakin buruk.
Bila dulu perasaan tidak nyaman hanya dirasakan oleh James, sejak kepindahannya itu sang kakak juga merasakannya.
Mengetahui adanya ketidakberesan ini, sang kakak suatu hari menawarkannya untuk didoakan oleh seorang hamba Tuhan. Walaupun dari lubuk hati terdalam enggan menyetujui, ia pun pada akhirnya mengiyakan juga.
“Udah, akhirnya dipanggil juga hamba Tuhan. Pada saat hamba Tuhan itu ketemu saya, ia langsung nembak, ‘Udah ngaku aja ilmu apa yang kamu pelajari?’ Mendengar itu saya pun langsung emosi dan memintanya langsung mendoakan saya”
“Ketika ia mulai mengangkat tangannya, saya tidak tahu mengapa seperti ada tangan yang besar yang mendorong saya ke bawah. Saya pun mulai melawannya dan membacakan mantra. Tetapi saat hendak mengucapkannya, mulut saya tidak bisa ngapain-ngapain”
Segala usaha penolakan yang dilakukan oleh James seperti sia-sia saat itu. Tubuhnya bahkan tiba-tiba menjadi kaku. Tidak lama sesudah itu, setan yang berdiam di tubuhnya pun keluar.
Kedamaian melingkupi James. Pencarian akan penerimaan dan kasih pun ikut berakhir saat ia menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya pada hari itu.
Kini, James hidup bahagia. Bersama dengan orang-orang yang ia cintai, ia menjalani hari-harinya dengan penuh sukacita dan damai sejahtera.  
Sumber Kesaksian :James Danardono

Putaw, Merusak Kehidupan dan Keluargaku

Mulai dari SMP, Femerio mengenal narkoba dan juga menggunakannya. Sikap dan perilakunya menjadi keluar batas hingga dikeluarkan dari sekolah. Hingga dirinya beranjak dewasa, narkoba membuatnya menghindari kuliah dan menguras habis dana kuliahnya.
Femerio menggunakan narkoba jenis Putaw. Jenis yang membuatnya tidak bisa mengerjakan apapun, sulit berkonsentrasi dan memahami pelajaran. Namun dapat menambah kepercayaan dirinya begitu tinggi. “Kalau sudah mendapat barang itu (putaw) lebih percaya diri,” ungkapnya.
Kenakalannya bertambah seiring dengan kebutuhannya terhadap putaw. Rasa ketagihan ini menyebabkannya harus membeli barang tersebut melalui benda-benda berharga dirumahnya. Mencuri, memalak dan mengutil barang diluar rumah menjadi salah satu kegiatan buruknya.
Dikala pergaulannya yang buruk diluar, kondisi dirumah pun diwarnai pertengkaran oleh kedua orangtuanya. Femerio pun mengakui jika saat itu, ada rasa kasihan terhadap kedua orangtuanya. Namun kelemahan tubuhnya, mengalahkan rasa kasihannya. Pendekatan secara keras dan lembut yang dilakukan oleh orangtuanya untuk menyembuhkan dirinya, tidak membuat Femerio berubah. Bahkan karena nilainya sangat buruk di kampus, dirinya terpaksa dikeluarkan. Hal yang membuat sang Ibu berdoa keras kepada Tuhan.
Titik balik dalam dirinya terjadi pada sebuah situasi. Femerio berkenalan dengan seorang pria yang diakuinya sebagai seorang homoseksual. Pria itu mengajak Femerio berkunjung kerumahnya yang kemungkinan akan mengajaknya untuk melakukan aktivitas seksual. Ternyata kejadian tersebut membuatnya tersadar bahwa dirinya telah masuk kedalam situasi yang telah jauh melenceng dari kesadaran yang sesungguhnya.
Bahkan sang Ibu pun merelakannya, jika dirinya meninggal duni akibat perilakunya yang tidak berubah tersebut. Femerio pun menyadari bahwa kelakuannya telah menyakiti hati orangtua terutama sang Ibu. Hingga dirinya berkata pada Ibunya bahwa hanya Tuhan saja yang bisa dan dapat menyembuhkannya. Satu kondisi yang bahkan Femerio terkejut bahwa dirinya mengatakan hal tersebut.
Keinginan yang kuat untuk berhenti dari narkoba, ditambah rasa muaknya terhadap kehidupannya saat itu, membuatnya mencoba untuk mengisolasi diri dikamar selama 5 hari untuk menjauhkan diri dari narkoba. “Dia (Femerio) menyatakan ingin sembuh, dia sudah capek. Ya itu harapan buat Kami (orangtua) dan Kami percaya. Darisitu juga kami keluarga melakukan mezbah doa, setiap malam untuk kesembuhan Rio,” ungkap Ayahnya.
Lima hari dijalaninya untuk keluar dari narkoba, dirinyapun memasuki panti rehabilitasi. “Pertama kali terlintas tuh, saya merasa diterima kembali. Ada para pembina yang memberikan kasihnya,” ungkap Rio.
Namun, ujian dan cobaan terhadap dirinya, nampaknya tidak berhenti. Hubungannya dengan kekasihnya telah melampaui batas, sehingga kekasihnya mengandung anak darinya. Tentu hal ini menjadi sumber kekecewaan bagi kedua belah pihak orangtua.
Tiadanya komunitas yang membangun dikala rasa frustasinya yang memuncak, membuatnya kembali ke temannya para pemakai narkoba. Dirinya ikut memakai narkoba, namun tidak ada efek apapun dari narkoba itu. Semua terasa hambar dan tidak berpengaruh terhadap tubuhnya.
“Sekali waktu, Tuhan berbicara lewat Yesaya 53. apa yang harusnya kita tanggung. Tapi Yesus mau untuk menanggungnya. Karena Yesus tau kita tidak mampu menanggungnya. Makanya Dia yang tanggung itu semua. Saya ingat pertama kali dibilang, Disaat semua orang ninggalin kamu, justru Aku datang menyambut kamu. Ini ada satu sosok yang nggak pernah ninggalin, yang selalu menyertai saya didalam kegelapan. Dan saya memilih untuk berjalan bersama Tuhan.” Ungkap Rio.
Semuanya berubah, Rio pun kembali memasuki perkuliahan. Karena kerja kerasnya dirinya menjadi lulusan terbaik di kampusnya. “Bangga dengan dia, juga dalam kehidupan dia, ya jauhlah sekarang,” ungkap sang Ayah.
“Ketika kita mengalami kasih Tuhan, Kita mengalami perubahan. Meninggalkan cara hidup yang lama. Dan kita bisa membawa dampak buat keluarga. Kelihatannya nggak wah, cuman itulah kelembutan Tuhan. Dia gak show off, tapi sebenarnya kita sedang mengalami mukjizat itu sendiri.” Ungkap Femerio.
Sumber kesaksian : Femerio

Doa Para Suporter Ceko di Gereja, Mujarab!

Ternyata inisiatif para suporter tim nasional Republik Ceko yang melakukan doa bersama di sebuah gereja di Polandia terbukti mujarab. Keyakinan mereka bahwa kemenangan adalah kehendak Tuhan, membuat mereka giat mendoakan tim nasional asuhan Michel Kubik itu.
Hal ini ditemui ketika para suporter itu berdoa bersama di Gereja St. Elizabeth Wroclaw. Para suporter banyak yang mendatang gereja setelah pada pertemua pertama, Ceko dibantai Rusia 4-1. karena itu mereka memanjatkan doa bersama untuk keberuntungan dan kesuksesan bagi Timnas Ceko.
"Doa tidak merugikan, saya yakin dia bsia membantu. Jika memiliki keyakinan, bahwa mukjizat bisa terjadi, doa bisa melakukan itu," ungkap salah satu suporter perempuan Ceko yang berasal dari Olumuc. Dirinya sangat mempercayai akan kekuatan doa yang bisa mengubah hasil yang ada di luar perkiraan manusia.
Pada laga kedua sendiri Ceko sukses mengalahkan Yunani 2-1. Dan pada laga penentuan terakhir melawan Polandia, Petr Cech dkk akhirnya sukses ke perempat final usai menang 1-0. "Kami dikalahkan Rusia, tapi kami yakin dengan beberapa pemain berpengalaman seperti Petr Cech, Tomas Rosicky, dan Milan Baros. Mereka terbukti meraih keberuntungan," papar Sandra.
Melihat berbagai aksi kekerasan antar suporter adan tindak rasisme, inisiatif dan tindakan suporter Ceko justru positif. Dukungan mereka secara langsung adalah melalui doa. Dengan doa kita bisa tenang dan sejahtera dengan apa yang kita inginkan, tentunya dengan kehendak Tuhan.

Misionaris Steve Saint Tunjukan Teladan Iman Sejati

Sebuah kecelakaan menimpa misionaris sekaligus pendiri perusahaan teknologi Kristen I-Tech, Steve Saint, ketika dia hendak menguji sebuah perangkat yang akan digunakannya untuk pelayanan pada 13 Juni yang lalu. Cedera serius yang mengenai kepalanya itu membuatnya seketika lumpuh dari bagian leher ke bawah.
Namun atas musibah yang dialaminya itu, tidak sedikitpun Saint meragukan Tuhan. Dia percaya bahwa Tuhan tetap baik dan memberikan kekuatan kepadanya. Melalui sebuah video yang diunggah di Facebook, Saint berjuang melawan kelemahannya sambil memberikan kesaksian tentang apa yang sedang dialaminya itu. “Saya bisa mengatakan, bahwa saya tidak pernah merasa tidak berdaya seperti ini sebelumnya,” ungkap Saint.
Dalam video berdurasi enam menit tersebut, Saint tetap membagikan imannya. "Dalam enam hari terakhir ini. saya telah melalui rasa sakit yang lebih dari apa yang mungkin pernah saya bayangkan. Tapi yang menakjubkan dan menggembirakan, secara jujur saya katakana bahwa saya tidak pernah sekalipun bertanya-tanya atau bahkan sekedar ingin bertanya kepada Tuhan ‘Mengapa hal ini terjadi?’” ungkap Saint dalam videonya.
Melalui peristiwa yang dialaminya itu, Saint mengingatkan untuk lebih berserah kepada Tuhan. "Mari kita memberi-Nya segala sesuatu yang kita miliki. Jangan cegah dia untuk memegang seluruhnya, jangan ada lagi yang kita tahan. Dia hanya mengharapkan kita untuk memberi kepadaNya apa yang kita miliki. Mungkin kita merasa itu tidak terlalu berharga, namu pada titik-titik tertentu dalam kehidupan kita, itu adalah hal yang cukup,” ungkap Saint sambil meneteskan air mata.
Saint mengikuti jejak ayahnya, Nate Saint, seorang pilot setia dari Mission Aviation Fellowship. Ayahnya meninggal pada 1956 ketika mencoba untuk menginjili kepada orang-orang Waodani di Ekuador.
Saint memberikan teladan seseorang yang berani mendedikasikan seluruh hidupnya untuk Tuhan. Dia memiliki iman yang sangat besar, dimana dia tidak sedikitpun meragukan kuasa Tuhan walau sebenarnya dia tengah mengalami situasi yang buruk. Hal ini sama seperti teladan iman yang diberikan Paulus, “Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” (2 Korintus 12:9).

Sumber : cbn.com/vina cahyonoputri

Fendy : Penjara Itu Jadi Rumah Keduaku

Kejahatan yang sering dilakukan Fendy, membuatnya sering sekali masuk penjara. Saking seringnya, penjara seperti rumah baginya. “Penjara adalah suatu hal yang biasa bagi saya,” ujarnya memulai kesaksian.
Pertama kali dia masuk penjara, ketika dia berada di bangku SMA. Saat itu, dia tawuran dan polisi pun datang sehingga dia dan 3 orang temannya ditangkap. Akibat tawuran itu, ternyata membuat satu korban meninggal dunia. Fendy dan teman-temannya pun divonis 11 bulan penjara.
Tidak lama kemudian, orang tua Fendy datang dan menangis mengetahui peristiwa itu. Namun, bukannya bertobat, Fendy malah melakukan hal sebaliknya. Di dalam penjara, Fendy mendapatkan banyak pengajaran dan pengetahuan tentang kejahatan dari para tahanan lainnya. Dia pun otomatis bisa belajar dari hal tersebut.
Setelah 11 bulan berlalu, Fendy pulang ke rumah. Di rumah, mamanya menanggapinya secara biasa saja. Nasi dan lauk disediakan, namun mamanya pergi ke luar mencari uang. Beda sekali ketika papanya masih hidup.
Fendy ingat ketika papanya masih hidup, sebelum kecelakaan merenggut nyawa papanya, mereka setiap hari selalu makan bersama. Papanya sangat keras menjaga agar anggota keluarga berkumpul. Dengan tidak adanya papanya, Fendy pun bebas kemana-mana. Itulah yang membuatnya menjadi bebas melakukan apa saja, termasuk tindakan kriminal. Setiap hari, dia beserta teman-temannya melakukan aksi kejahatan tanpa ada rasa takut.
Suatu hari, Fendy bersama teman-temannya ini membajak satu bis. Di bis itu, mereka merampok setiap penumpang yang ada. Tapi mereka tak tahu kalau di dalam bis tersebut ternyata ada seorang petugas keamanan. Sang petugas ini pun mengeluarkan pistolnya. Fendy dan teman-teman terang saja kabur bersama hasil rampokan. Semua penumpang pun ribut.
Mereka lari ke rumah penduduk dengan dikejar sang petugas. Karena diteriaki, Fendy dan teman-temannya berhasil diringkus penduduk dan dipukuli habis-habisan sampai akhirnya polisi datang.
Fendy kemudian divonis hukuman 8 bulan penjara, tempat yang tidak lagi menakutkan baginya. Di sana Fendy berteman dengan banyak napi lainnya sehingga mereka menjadi ‘penguasa’ di lembaga pemasyarakatan tersebut. Saat Fendy bingung mau berbuat apa setelah keluar dari penjara, temannya mengatakan padanya agar melakukan transaksi narkoba. Setelah dia keluar lagi dari penjara, Fendy pun melakukan bisnis tersebut.
Awalnya, Fendy hanya melakukan penjualan ganja secara kecil-kecilan. Namun, untungnya yang hanya kecil itu, tidak cukup untuk dirinya apalagi ingin memberi mamanya.
Fendy kemudian bertemu dengan teman lamanya. Tertarik dengan tawaran uang yang bisa didapatkan, Fendy pun bergabung dengan temannya ini. Pekerjaannya yaitu mengantarkan ‘barang’ dengan memakai kode berupa warna pakaiannya, kemudian seseorang akan datang. Fendy memberikan barang tersebut dan uangpun dia dapatkan.
Beberapa bulan menjalani pekerjaan ini, gaya hidup Fendy berubah. Dia mabuk dan bersenang-senang di kelab malam. Dan yang membuatnya lebih semangat lagi mencari uang, dengan cara yang tidak halal itu, adalah ketika dia memberikan kepada mamanya uang belanja dan mamanya pun memujinya. Namun, adiknya justru mencurigainya. Sang adik pun bertanya dan Fendy menjawab bahwa uang itu hasil dari jualan putau. Meskipun sang adik sudah menasihatinya, namun Fendy tetap melakukan pekerjaannya.
Keesokan harinya, saat Fendy sedang mengemas barang dagangannya, ada telepon dari pelanggan. Fendy menyuruh salah satu kurirnya untuk mengantarkan barang tersebut. Setelah selesai, Fendy dan temannya makan siang. Di saat makan itu, si kurir meneleponnya dan menanyakan mau diantar kemanakah uang tersebut. “Ya sudah kamu simpan saja dulu,” kata Fendy waktu itu kepada kurir. Lima menit kemudian, si kurir kembali menelepon dan menanyakan uang hasil penjualan itu. Fendy pun akhirnya menyebutkan tempatnya makan siang. Beberapa lama kemudian, ternyata polisi yang mendatanginya.
Terbukti bersalah, Fendy kembali di penjara. Kali ini, dia dihukum tujuh tahun penjara ketika polisi menemukan barang bukti di rumah kontrakannya. “Habislah obsesi cari uang, tidak bisa lagi nyenengi mama, hidup saya sudah pasti saya habiskan di penjara.” jelas Fendy.
Setelah menjalani hukuman 1 tahun, Fendy dan beberapa napi lainnya dibangunkan tengah malam. Ternyata mereka akan dibawa ke Nusa Kambangan. Memasuki gerbang Nusa Kambangan, mereka disuruh jalan seperti bebek. Ada rasa penyesalan saat diperlakukan seperti itu, mengapa dia dulu tidak mendengarkan nasihat papanya untuk tidak bandel.
Tengah melakukan tugas di luar penjara dengan menyapu, Fendy suatu hari bertemu dengan seorang ibu. Ibu inilah yang kemudian membawanya kepada Yesus. Dan Fendy pun kemudian diberi kesempatan untuk mengurus agar hukumannya diringankan.
Melalui Ibu Yani, ibu yang telah membawanya kepada Yesus, Fendy yang telah bebas kemudian dibawa ke tempat rehabilitasi. Di sana dia dididik dan dibentuk. Di sana jugalah Fendy belajar untuk sabar diserahkan tugas untuk menyapu dan mengepel yang dia terima dengan penuh rasa tanggung jawab. Selama tiga bulan, karakternya mulai berubah dan tentunya sampai sekarang, dia pun terus berubah lebih baik.
Dua tahun menjalani pemulihan karakter, Fendy mulai lembut. Hal itu terlihat ketika dia sudah bisa memeluk adik dan mamanya. Dia pun bersaksi akan kebaikan-kebaikan Tuhan di manapun dia berada. “Terima kasih Tuhan, karena kebaikan-Mu, saya bisa menjadi berkat bagi banyak orang.” tutupnya.

Sumber Kesaksian :
Fendy

Muslimah Masuk Kristen (Kesaksian Nur Laila)

Nama saya Nur Laila. Saya adalah seorang Muslimah yang telah mengikut dan mentaati segala-gala yang telah diajari oleh ibu-bapa saya, terutamanya dalam hal-hal iman dan keislaman. Tetapi walaupun begitu, semakin saya lebih membesar, hati dan jiwa saya masih kekosongan sahaja walaupun saya telah mencari jawapan soalan-soalan kehidupan dari agama Islam serta ajaran-ajarannya.
Pada satu hari, saya telah terjumpa dengan jawapan serta penyelesaian kepada segala keruncingan dan keresahan rohani di dalam jiwa dan hati saya. Sejak waktu itu, saya telah dapat mengenalNya lebih mendalam lagi, hari demi hari.
Saya dilahirkan dalam keluarga Islam. Ibu dan bapa saya adalah pengikut Islam yang cukup warak dan bertakwa. Datuk saya telah mengajar saya mengaji al-Quran sejak saya berumur empat tahun sampai saya mencecah tujuh tahun. Sebagai seorang Muslimah yang bertaqwa, saya menunaikan ibadat solat saya lima kali sehari dan telaah pengajian Islam dari jam 6 petang sampai 8.30 malam setiap hari Sabtu ke Khamis.
Sesudah selesainya pembelajaran di sekolah menengah, pendidikan saya dilanjutkan lagi di institut pengajian tinggi (IPT) di mana saya telah belajar pendidikan biasa dan juga pendidikan Islam. Saya telah mempelajari begitu banyak tentang agama Islam, serta mendalami ilmu-ilmunya dengan cukup mantap, walau pun begitu, Islam tidak mampu menenangkan jiwa saya atau menghasilkan kehidupan yang bermakna atau pun menjadi panduan hidup bagi saya secara serius. Keadaan dalam hati dan jiwa saya masih lagi kosong dan gelisah sahaja dan saya tidak pernah menikmati apa yang difahami sebagai kasih-sayang Tuhan Allah agama Islam itu!
Setelah mendalami telahaan dan pengajian agama Islam, saya dapati bahawa seolah-olah kasih-sayang Allah itu bukanlah kasih sayang Tuhan yang sebenar atau kesayangan yang sesungguhnya. Lebih-lebih lagi, kasih sayang Allah agama Islam adalah amat terbatas dan bersyarat sekali; saya terpaksa melakukan segala macam hal dan peraturan supaya saya melayakkan diri untuk dapat mengalami kasih-sayang-Nya, yaitu ‘irrahman dan arrahim-Nya’! Saya tidak menimbulkan soalan-soalan seperti ini kepada orangtua saya kerana mereka menganggapi pertanyaan seperti itu adalah ‘dosa besar’!
Pada suatu hari, sesudah saya menunaikan ibadah solat saya kepada Allah, saya telah menangis dan rasa haru menyelubungi saya oleh kerana saya tidak dapat mengenal atau merasa apakah itu kasih dan sayang Allah swt itu! Tidak lama kemudian, saya telah membuka radio saya dan kebetulan sekali, tepat pada saat itu merupakan siaran steyen radio Kristian. Seorang wanita Kristian sedang membaca daripada Kitab Suci Injil, Matius fasal 11 ayat 28, yang berbunyi :
‘Sayidina Isa berkata: "Marilah kepada-Ku, hai kamu semua yang lelah dan menanggung beban berat, Aku akan memberikan kelegaan bagimu."’
Saya telah berfikir pada diri saya : "Siapakah Sayidina Isa ini, yang mampu dan sanggup menganugerahkan kelegaan kepada umat manusia yang berbeban berat? Saya masih ingat mengatakan kepadaNya, "Kalau Engkau sungguhnya Ilahi, dan Sayidina Isa yang sebenarnya telah menyatakan seperti itu, tolonglah, biarlah saya mengenal Engkau!"
Pada Tahun Pertama saya di Universiti, saya dijemput ke satu keramaian oleh teman-teman saya. Kebanyakan mereka di situ adalah orang beragama Kristian. Saya telah mendengar cerita tentang Sayidina Isa Al-Masih sekali lagi. Satu ungkapan yang cukup unik telah menarik perhatian saya, yakni: "Sayidina Isa mengasihi anda." Saya teringat pada masa yang lalu, di mana pencarian saya bagi kebenaran kasih-sayang Allah swt adalah hampa sahaja. Jadi pada saat itu, saya teringin untuk kenali siapakah Sayidina Isa itu sebenarnya kerana jika Dia sesungguhnya mengasihi saya, saya akan menjadi pengikutNya yang setia! Oleh sebab itulah, saya telah berkata kepada Sayidina Isa : "Sayidina Isa Al-Masih, jika sesungguhnya Engkau ilahi, dan mengasihi saya, izinkanlah saya mengenal Engkau!"

Kamis, 14 Juni 2012

Kecelakaan Maut Renggut Ingatanku



Sebuah truk menghantam langsung mobil yang dikendarai Ibu Ong Sri Mulyati sekeluarga ketika mengadakan liburan. Sang suami tewas dan anaknya Marko pecah tempurung kepalanya. Operasi pun dilakukan agar kondisi kritis Marko terselamatkan.
Hasil operasinya pun bagus, Marko dapat melewati kondisi kritis. Namun Ibu Ong Sri Mulyati tidak mengetahui jika suaminya meninggal. Keluargapun berat untuk memberitahukan suaminya telah meninggal. Hal ini sungguh memukul Ibu Ong Sri Mulyati dikala juga melihat sang anak, Marko masih tergolek lemas di rumah sakit.
Setelah 40 hari, Marko dapat diperbolehkan pulang kerumah. Sehari dirumah, Marko demam tinggi dan dibawa ke rumah sakit. Marko harus menjalani operasi kedua untuk membersihkan tulang-tulang yang tersisa pasca operasi pertama. Marko dapat pulih kembali. Namun sang Ibu masih tidak mempercayai keadaan ini. Dirinya mempertanyakan kenapa Tuhan memberikannya cobaan yang begitu berat ini.
Keluargapun membawa ibu Ong kepada seorang hamba Tuhan untuk konseling apa yang sedang digumuli. Lalu dirinyapun mendapat konseling pribadi dan didoakan. Hal tersebut mampu membuatnya bertahan dan tetap mempercayai rencana Tuhan. Meski masih berduka dirinya tetap menjalankan bisnis sang almarhum suami untuk berjuang bagi hidup keluarganya.
Hingga beberapa belas tahun kemudian, ketika Marko sudah besar dirinya izin untuk keluar pergi sebentar. Namun hingga beberapa bulan Marko tidak kunjung pulang. Hal ini membuat Ibu Ong kembali trauma akan masa lalu yang mungkin hadir kembali. Namun Marko pun ditemukan. Dirinya mengakui bahwa dalam beberapa bulan dirinya hilang ingatan dan tidak bia mengendalikan diri.
Lalu Marko diajak untuk mengikuti sebuah persekutuan doa. Belajar tentang Firman Tuhan dan saling menguatkan. Didalam persekutuan inilah Marko ditempa menjadi sorang pribadi yang kuat dan selalu berserah kepada Tuhan. Hal ini diakui secara langsung oleh teman dan keluarganya.
“Melihat sekarang Marko bisa berbeda luar biasa, dulu sekolah kita suruh dia hapal ulangan susahnya ampun-ampun. Tapi begitu banyak ayat-ayat alkitab dia bisa hapal, itu rencananya Tuhan begitu luar biasa,” ungkap sang ibu.
Marko kini mempunyai ingatan yang jauh lebih baik. Bahkan kini dirinya dapat memimpin untuk mengadakan doa di sekolahnya. “Untuk kehidupan saya yang kedua ini, Tuhan sudah memberikan hidup saya dua kali, yang harusnya saya mati tapi sekarang lolos dari kematianlah. Sekarang saya mau menyenangkan hati Tuhan. Thanks Lord You are My Father,” tutup Marko.

Sisi Gelap Hidup Tessa Kaunang, Finalis Gadis Sampul 1993


Pada awalnya, Tessa Kaunang hanyalah seorang gadis biasa sampai akhirnya dia menjadi finalis Gadis Sampul 1993. “Masuk ke dalam majalah, itu seru itu, seneng… banggga apalagi” kisah Tessa Kaunang tentang pengalaman barunya semasa remaja. “Waktu wajah kita keluar di majalah cover, wah kita senang banget.” katanya. Setelah menjadi Gadis sampul, Tessa Kaunang pun mencoba merambah dunia sinetron bersama teman-teman finalis Gadis sampul.
Sejak saat itu, glamor dan hedonisme adalah bagian kehidupan dari seorang Tessa Kaunang. “Mencari kesenangan dengan pergi ke clubbing, dimana semua orang, ya hampir semuanyalah yaaa minum, merokok, nge-drug, jadi ya ngikut. Apalagi waktu itu saya yang masih remaja. Lebih banyak ingin mencari tahu banyak hal. Ya coba ini deh, coba itu deh. Jadi, menurut saya di luar rumah itu jauh lebih nyaman daripada di dalam rumah, karena saya tidak pernah memikirkan rumah lagi.” jelas Tessa.
Apa yang menyebabkan Tessa malas memikirkan keadaan rumahnya? “Jadi kalau mama itu sudah cerewet, mulai ngasih tahu, papa itu masih melawan. Sampai akhirnya diomongi sedikit, marah. Marahnya bukan makin turun, tapi makin naik terus. Mereka berantem, dan berantemnya itu bukan berantem biasa. Mereka tuh sampe buat rumah itu pecah semua, sudah kayak kapal pecahlah ya…”. Tidak hanya itu, Tessa juga menyaksikan mamanya yang bertubuh kecil dipukul oleh papanya yang sedang dalam keadaan marah. Hal itu membuatnya tertekan.
Ternyata papanya jatuh dalam dosa, papanya sudah berselingkuh selama 29 tahun lamanya. Jadi, karena itulah Tessa lebih senang berada di luar rumah, karena dia bebas mau berbuat apa saja. Dia pun melakukan apapun yang dia suka, termasuk free sex. Baginya, semua itu biasa saja karena dia pun sudah punya penghasilan sendiri.
Tessa Kaunang baru naik daun pada 1999-2000 setelah melewati perjuangan panjang. Karena itu, dia sangat ketakutan jika orang lain mengetahui bagaimana kehidupan keluarganya sesungguhnya ataupun kehidupan pribadinya sendiri.
Suatu hari, Tessa menganjurkan mamanya untuk bercerai dengan papanya. Menurutnya, biar saja sang ayah pergi meninggalkan mereka karena dia kan sanggup membiayai ibu dan dirinya sendiri. Bahkan, papanya pun boleh mengambil barang apa saja yang ada di rumah, karena Tessa yakin bahwa harta papanya di dalam rumah itu hanya sedikit. “Segitu sombongnya saya dan segitu besarnya akar kepahitan saya sama papa saya,” lanjut Tessa.
Meski mendapatkan perlakuan kasar, mamanya tidak mau bercerai dari papa Tessa. Bahkan, mamanya dengan rajin mendoakan suaminya. “Sampai saya sebel juga. Sudah tahu disiksa, sudah tahu kayak gini, masih aja mau nerima papa.” Pikiran Tessa waktu itu.
Tessa Kaunang yang memang terbentuk dengan sifat kerasnya, akhirnya tetap berbuat semaunya. Jika mamanya meminta saran, maka Tessa hanya memberikan satu saran, yaitu cerai. Tapi mamanya tidak mau. Akhirnya, sang mama hanya bisa datang kepada Tuhan, merendahkan diri dan memohon jalan keluar.
Salah satu wanita yang menjadi teman selingkuh ayahnya, akhirnya ketahuan hamil dan ayahnya pun disuruh bertanggung jawab. Di situlah Arthur, si ayah mulai merasa resah dan akhirnya dia pun mengakui segalanya bahwa dia telah berselingkuh. Meskipun begitu, dengan penuh pengampunan, Julia Kaunang mau mengampuni suaminya. Sang ayah pun mencoba memperbaiki hubungan suami istri dan juga hubungan ayah anak yang rusak.
Awalnya Tessa sangat meragukan perubahan yang terjadi dalam diri ayahnya. Dia bertanya-tanya apakah ayahnya akan jatuh lagi. Namun, lama kelamaan setelah melihat perubahan dalam diri ayahnya yang memang telah berubah, Tessa pun mendapatkan kembali contoh keluarga yang ideal. Di samping itu, Tessa pun mulai kembali kepada firman Tuhan dan melakukan perintah-Nya. Jika Tuhan saja bisa memaafkan dosa-dosa manusia yang begitu besar, apalagi kita harus mampu memaafkan sesama kita manusia.
“Bagaimana cara bisa memaafkan dia? Kita harus meminta bantuan Tuhan. Kalau kita sendiri yang memaafkan kita tidak akan kuat, itu yang saya rasakan.” Jelas Tessa. Dia melihat perubahan yang besar dalam diri ayahnya, ayahnya menjadi begitu bijaksana dan mencerminkan sikap seorang papa yang baik. Sekarang Tessa dan papanya menjadi dua orang yang karib.
Mereka terus melaju dan selalu melihat positif ke depan. “Kalau kita sudah berani mengambil keputusan untuk bertobat, kita juga harus berani menjadi saksi Tuhan. Makanya mengapa saya sekarang berani menceritakan, karena saya ingin keluarga saya ini menjadi terang dan garam buat kita juga.” Dan percayalah, saat berjuang melawan dosa, kepahitan, masalah, kita bisa menang bersama Tuhan.

Sumber Kesaksian : Tessa Kaunang

Sabtu, 09 Juni 2012

Kisah nyata dari Filiphina

Ada seorang anak kecil kelas 4 SD yang selalu mengucap syukur dalam keadaan apapun. Ia tinggal di suatu desa Milaor, Camarines Sur,di Negara Filipina. Setiap hari untuk sampai ke sekolahnya ia harus berjalan kaki melintasi daerah yang tanahnya berbatu dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang. Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya ...tersebut, Andoy selalu mampir sebentar ke Gereja untuk berdoa. Tindakannya ini diamati oleh Pdt. Agaton. Karena merasa terharu dengan sikap Andoy yang lugu dan beriman tersebut. Suatu hari ketika Andoy hendak masuk ke Gereja Pdt. Agaton menyapanya.

Bpk. Pdt : "Selamat pagi Andoy, apa kabarmu? Apakah kamu akan ke sekolah?"
Andoy : "Ya, Bapa Pendeta!" balas Andoy sambil tersenyum.
Bpk.Pdt : "Mulai sekarang saya akan membantu dan menemani kamu menyeberangi jalan raya tersebut setiap kali kamu akan menyeberang.
Andoy : Terima kasih, Bapa Pendeta."
Bpk. Pdt : "sekarang apa yang akan kamu lakukan?"
Andoy : "Aku hanya ingin menyapa Tuhan Yesus... sahabatku."

Lalu Pendeta itu segera meninggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya bersama Tuhan, tapi

kemudian Pdt. Agaton bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy.
Andoy mulai berbicara kepada Sahabatnya

Andoy : "Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun teman2ku yang lain melakukannya. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini.Terima kasih buat kue ini Tuhan!. aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini sepatuku yang terakhir..mungkin minggu depan aku harus berjalan tanpa sepatu. Engkau tahu Tuhan sepatu ini akan rusak, tapi tak mengapa..yang terpenting aku tetap dapat pergi ke sekolah.

TuhanKu kata orang-orang kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, karena itu beberapa temanku sudah berhenti sekolah. tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi.

Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Sakit sekali, tetapi aku bersyukur karena masih memiliki

seorang ibu. Dan rasa sakit ini pasti akan hilang. Lihatlah lukaku ini Tuhan ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini bekas lukanya (Andoy memegang bekas lukanya) Tolong jangan marahi Ibuku ya..??? memang dia sedang lelah dan kuatir memikirkan kebutuhan makanan juga biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukulku.

Oh ya..Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku,

menurutMu apakah dia akan menyukaiku?

Ah..bagaimanapun juga aku tahu bahwa Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak perlu menjadi siapapun untuk menyenangkan hatiMu. Engkau adalah sahabatku.

Hei.. Tuhan temanku, ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira? Tunggu saja aku punya hadiah untukMu. tapi ini kejutan dan Aku harap Engkau menyukainya.Ooops aku harus pergi sekarang. Selamat siang"

Kemudian Andoy segera berlari keluar dan memanggil Pendeta Agaton.

Andoy : "Pak Pendeta..pa Pendeta..aku sudah selesai berbicara dengan Sahabatku, Tuhan Y

esus, skarang anda bisa menemaniku menyeberang jalan!

Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andoy tidak pernah absen sekalipun.

Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah dan bersyukur saat situasi yang sulit terjadi seperti yang dimiliki Andoy.

Saat hari Natal tiba, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di

rumah sakit. Pengelolaan Gereja diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum, mereka selalu menyalahkan segala sesuatu yang diperbuat orang lain.

Hari itu tgl. 25 Desember ketika 4 wanita tua tadi sedang berada di gereja tiba-tiba masuklah Andoy dan hendak menyapa Sahabatnya.

Andoy: "Halo Tuhan..Aku ...'

4 Wanita : "Kurang ajar kamu bocah !!! Apakah matamu tidak melihat kami sedang berdoa ??!!! Keluar.!!!"

Andoy begitu terkejut, karena tidak pernah ia diusir oleh Pdt.Agaton.

Andoy: "Dimana Bapa Pendeta? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya.. dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja. tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Sahabatku, hari ini adalah hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya ."

Ketika Andoy hendak mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerah bajunya dan mendorongnya keluar. Andoy sedih, bigung dan setelah berpikir sebentar ia tidak mempunyai pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya tersebut.


Di situ ada sebuah tikungan yang tidak terlihat pandangan, sebuah bus melaju dengan kencang dan Andoy mulai menyeberang sambil melindungi hadiah tadi di dalam bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tadi. Tiba-tiba brakkk ... (terdengar bunyi gaduh dan bus tadi berhenti mendadak) Apa yang terjadi? ternyata karena tidak bisa menghindari bus besar tadi Andoy tertabrak dan tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh Andoy yang sudah tak bernyawa.

Sedih...Saat itu entah darimana munculnya tiba-tiba datang seorang pria berjubah putih dengan wajah yang lembut namun penuh dengan air mata, ia memeluk tubuh Andoy dan menangis.

Orang-orangpun heran, mereka penasaran lalu bertanya;

Orang-orang : " Maaf Tuan, apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?"


Dengan hati yang berduka ia segera berdiri dan berkata : "Anak ini namanya Andoy, Dia adalah sahabatku."

Lalu diambilnya bungkusan hadiah dari dalam baju Andoy dan menaruh didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh Andoy. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...


Malam itu, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andoy. Ketika Pdt. Agaton bertemu dengan orangtua Andoy ia bertanya; "Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?" Ibu Andoy menjawab sambil menghapus airmatanya: "Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." Pdt. Agaton bertanya lagi: "Apa katanya ?"

"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sedih, sepertinya Dia mengenal Andoy dengan baik. Tetapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia membelai rambut Andoy dan mencium keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu" Jawab ayah Andoy.

Pdt.Agaton ; "Apa yang dikatakannya ?"


Ayah Andoy menjawab; " Dia berkata Terima kasih buat kadonya. Aku akan segera berjumpa denganmu.engkau akan bersamaku." Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian. semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya, ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi Pak Pendeta tolonglah katakan siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu? anda pasti mengenalnya karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali hari ini saat puteraku meninggal¡¨


Tiba-tiba air mata Pendeta Agaton menetes dipipinya, dengan lutut gemetar Pdt. Agaton berbisik, "Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa.. kecuali dengan Tuhan Yesus."



Tahukah anda dimana Andoy berada sekarang? Ya ia berada di sorga bersama Tuhan Yesus. Inginkah kita sekalian juga... berada di sorga nanti ? Ya kita semua menginginkannya.

Andoy memiliki hati yang selalu bersyukur. Walaupun situasi hidup yang dialaminya sulit tetapi ia selalu bergembira karena ia tahu Tuhan Yesus sahabatnya selalu mengasihi dia. Melalui peristiwa tabrakan tadi Tuhan Yesus datang menjemputnya ke sorga.