@thebiblesay

Sabtu, 04 Oktober 2014

Friendship

               Ada tiga lumba-lumba sedang mengitari lautan pasifik, 2 jantan dan 1 betina. Tak tampak dari mereka untuk menguasai sang betina, tapi mereka mengeluarkan suara sebagai persahabatan. Berkali-kali mereka melompat keluar dan terus bergerak ke arah tengah laut. Tampaknya mereka juga bersenda gurau. Tak lama kemudian datang seekor lumba-lumba lain yang tersesat sampai ke arah mereka. Jenisnya pun berbeda dengan dengan ketiga lumba-lumba itu. Tau nggak, ketiga lumba-lumba itu menerima lumba-lumba asing itu dan berenang bersama. Karena suara yang dikeluarkan lumba-lumba asing itu berbeda, ia menggunakan bahasa tubuh sehingga ketiga lumba-lumba itu mengerti apa yang dimaksud. Tidak ada perselisihan juga meski ada yang di antara mereka. Hanya butuh beberapa menit saja, semua tampak akrab dan mereka berenang bersama di lautan pasifik.
               Teeners, banyak perbedaan yang kita temui dengan orang lain. Ada yang ceria banget, tapi ada yang pendiam. Kalo nggak diajak ngomong ya nggak bakalan bersuara. Itulah keunikan yang dimiliki setiap orang. Tak menutup kemungkinan juga kalo kita bisa berteman dengan mereka meski berbeda dengan diri kita sendiri. Orang sering bilang, “Cari musuh itu gmpang, tapi cari sahabat itu sulit banget”. Persahabatn tak harus selalu dengan orang yang sama dengan kepribadian kita, tapi persahabatn bisa yerjalin dengan siapa saja selama itu tak merugikan kita (Ams 18:24). Meski berbeda warna kulit dan rambut, beda ekonomi atau berbeda apapun, kita bisa bersahabat. Apalagi kalo kita sebagai anak Tuhan bisa memancarkan kasih Kristus di tengah persahabatan kita, mahh... pasti luar biasa banget tuh! Biarkan sahabatmu melihat Kristus juga dalam hidupmu.

Selasa, 30 September 2014

penampakan kemuliaan Tuhan

Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang berbicara dengan Dia. Kata Petrus kepada Yesus, ”Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara yang berkata: ”Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia.”

Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutan. Lalu Yesus datang kepada mereka dan menyentuh mereka sambil berkata, ”Berdirilah, jangan takut!” Dan ketika mereka mengangkat kepala, mereka tidak melihat seorang pun kecuali Yesus seorang diri. Pada waktu mereka turun dari gunung itu, Yesus berpesan kepada mereka, ”Jangan kamu ceritakan penglihatan itu kepada seorang pun sebelum Anak Manusia dibangkitkan dari antara orang mati.”

Renungan
Dalam Injil hari ini kita dengar bagaimana Petrus, Yakobus, dan Yohanes mengalami peristiwa iman saat Yesus berubah rupa di depan mereka. Dan seketika itu juga Petrus menjawab, ”Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini…”

Hari ini kita merayakan Pesta Yesus Menampakkan Kemuliaan-Nya. Perayaan ini hendaknya tidak sekadar upacara, namun mengantar kita kepada iman akan Yesus, Allah Penyelamat, yang menebus segala dosa kita agar layak memandang kemuliaan-Nya juga kelak. Membawa dan mengantar kita kepada iman yang sama sebagaimana yang dialami oleh ketiga Rasul di Gunung Tabor.

Hari ini hati kita juga berbunga-bunga, seperti Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Seperti para imam yang mendampingi Uskup dalam misa pontifikal, yang merasa bangga dan bahagia karena mendapat anugerah istimewa.

Doa: Yesus Tuhanku, semoga cahaya yang memancar dari tubuh-Mu di Gunung Tabor juga memenuhi hatiku dan seluruh Gereja, Tubuh Mistik-Mu di dunia. Amin.

Senin, 29 September 2014

Amazing Grace

YOH 1:10-14: Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.�
YOH 3:16-18: Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.
Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
LUK 2:10-14: Lalu kata malaikat itu kepada mereka: "Jangan takut, sebab sesungguhnya aku memberitakan kepadamu kesukaan besar untuk�seluruh bangsa:
Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud.seluruh bangsa:�
Dan inilah tandanya bagimu: Kamu akan menjumpai seorang bayi dibungkus dengan lampin dan terbaring di dalam palungan."�
Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:�
Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.
YESAYA 9:5-6 (400 TAHUN SEBELUM YESUS LAHIR): Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.�
Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.
MIKHA 5:1-3 (350 TAHUN SEBELUM YESUS LAHIR): Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.�
Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel.
Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi,
KELUARAN 6:1-3 (TUHAN BERFIRMAN KEPADA MUSA SEKITAR 1500 TAHUN SEBELUM YESUS LAHIR, BAHWA ALLAH AKAN MENAMPAKKAN DIRI SEBAGAI TUHAN PADA MANUSIA): Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Akulah TUHAN.�
Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri.�
Bukan saja Aku telah mengadakan perjanjian-Ku dengan mereka untuk memberikan kepada mereka tanah Kanaan, tempat mereka tinggal sebagai orang asing,�

Rabu, 24 September 2014

Bijak Melihat Kesempatan

Amsal 27:12 “kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka”

                Dalam acar persekutuan doa, seorang teman menceritakan pengalamannya tentang sebuah kesempatan yang ternyata berujung petaka baginya. Dari sebuah iklan surat kabar, ia menemukan sebuah peluang pekerjaan dengan hasil menggiurkan. “bayangkan, hanya membersihkan semangkuk sarang wallet bisa menerima upah Rp 100.000,-“ katanya. Karena tergiur hasil yang besar, ia lalu mengambil kesempatan itu dengan mendatangi alamat yang di maksud. Awalnya benar, ia diberi sarang wallet berbentuk mangkuk untuk dikerjakan dirumah. Kurang dari setengah jam ia menyelesaikan pekerjaannya. Dan ia pun langsung diberi upah 100 ribu rupiah. Menggiurkan bukan? Lalu pemilik bisnis ini menawarinya untuk bisa mengerjakan sarang burung wallet dengan jumlah yang lebih banyak asal mau membayar jaminan 2 setengah juta rupiah. Tergiur upah jutaan rupiah dalam tempo singkat, ia tanpa piker panjang langsung membayarnya. Apa yang terjadi kemudian? Di waktu yang di janjikan, saat ia mendatangi alamat itu ternyata pemilik bisnis itu sudah pergi tak berbekas. “ternyata, setiap kesempatan atau peluang yang nampaknya mendatangkan keuntungan, tidak semuanya adalah kesempatan yang baik, melainkan dapat berisi malapetaka.” Katanya dengan nada sedih.

                Tentang sebuah kesempatan, penulis Amsal mengingatkan agar kita bisa bersikap arif agar tidak jatuh dalam malapetaka. Bagaimana caranya? Orang yang arif atau bijaksama akan selalu berusaha mengenali situasi dan kondisi yang sedang dihadapinya, sehingga ia tahu mengambil keputusan. Orang bijak akan memilih kesempatan yang baik, dan menolak kesesatan, meskipun kesesatan itu memberinya keuntungan. Tapi “orang yang tak berpengalaman” lebih memilih keuntungan besar yang ujung-ujungnya mendatangkan malapetaka. Modus kejahatan makin beragam. Mereka selalu menyalut kejahatan dengan hal-hal yang menggiurkan tetapi ujung-ujungnya malapetaka. Itu sebabnya, kita perlu bersikap arif terhadap kesempatan yang menawarkan keuntungan besar. Dengan bersikap arif, kita dapat mengenali apakah kesempatan itu memberi keutungan atau menyesatkan.