@thebiblesay

Selasa, 28 Agustus 2012

Iman tanpa Perbuatan adalah Mati

Pada suatu malam yang sangat dingin, seorang pemuda duduk di dekat perapian dirumahnya untuk menghangatkan badan.
Saat pandangannya menatap jendela rumahnya, dilihatnya seorang kakek sedang berjalan ditengah salju yang putih.
Sang Pemuda kemudian berpikir, “Ah Malangnya kakek itu, dia harus berjalan ditengah badai salju seperti ini. Baiklah aku akan mendoakan dia saja agar dapat tempat berteduh.”
Pemuda itu lalu berdoa kepada Tuhan...
“Tuhan bantulah agar orang tua di depan rumahku ini mendapatkan tempat untuk berteduh. Kasihan Tuhan dia kedinginan.”
Ketika si pemuda mengakhiri doanya dilihatnya sang kakek berjalan mendekati rumahnya.
Diapun sempat mendengar suara rintihan sang kakek yang kedinginan ketika sang kakek bersandar di dekat jendela rumahnya.
Mendengar itu sang pemuda berdoa lagi kepada Tuhan....
“Tuhan lihatlah sang kakek di luar rumah itu. Kasihan sekali dia Tuhan, biarlah engkau membantunya agar dia tidak kedinginan lagi. Bantulah agar dia mendapatkan tempat berteduh yang hangat.” Setelah itu si pemuda pun tidur lelap.
Keesokan harinya si pemuda terbangun karena suara gaduh masyarakat sekitarnya.
Dia pun keluar rumah dan menemukan sang kakek telah meninggal bersandar di dekat jendela rumahnya.
Si pemuda kemudian berdoa lagi kepada Tuhan.
“Tuhan mengapa engkau membiarkan kakek itu meninggal kedinginan padahal aku sudah mendoakannya agar dia selamat.”
Malamnya, ketika pemuda itu sedang tidur. Dia bermimpi bertemu dengan Tuhan, lalu Tuhan menjawab doa pemoda itu.
“Aku mendengar doamu hai pemuda. Aku sudah membimbing kakek itu agar mendekati rumahmu. Akan tetapi engkau tak menghiraukannya bahkan ketika kakek itu merintih di depan jendela rumahmu.”

TAMAT

Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan?... (Yakobus 2:14)

Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. -Yakobus 2 : 17-

Jumat, 24 Agustus 2012

Apa yang kamu tabur, itu yang kamu tuai

Pada suatu hari ada seorang pemuda sedang berjalan di tengah hutan.
Tiba-tiba ia mendengar jeritan minta tolong. "Tolongggg....! Tolongggg!!!!"
Ternyata ia melihat seorang pemuda sebaya dengan dia sedang bergumul dengan lumpur, semakin bergerak malah semakin dalam ia terperosok.
Pemuda yang pertama tadi hendak sekuat tenaga memberikan pertolongannya, dengan susah payah pemuda yang terperosok itu dapat diselamatkan.
Pemuda yang pertama memapah pemuda yang terperosok ini pulang ke rumahnya.
Ternyata rumah si pemuda kedua sangat bagus, besar, megah, dan mewah.
Ayah pemuda yang terperosok ini sangat berterimakasih atas pertolongan yang diberikan kepada anaknya, dan hendak memberikan uang.
Tetapi pemuda yang pertama ini menolak pemberian tersebut.
Ia berkata bahwa sudah selayaknya sesama manusia menolong orang lain yang berada dalam kesusahan.
Sejak kejadian ini mereka menjalin persahabatan.
Si pemuda pertama adalah seorang yang miskin, sedangkan si pemuda kedua adalah bangsawan yang kaya raya.
Si pemuda yang miskin ini mempunyai cita-cita untuk menjadi dokter, namun ia tidak mempunyai biaya untuk kuliah.
Tetapi, ada seorang yang murah hati, yaitu ayah dari pemuda bangsawan.
Ia memberi beasiswa sampai akhirnya pemuda pertama itu meraih gelar dokter.
Nama pemuda yang. Menjadi dokter itu adalah Alexander Fleming. Fleming itu adalah orang yang menemukan obat penisilin.
Si pemuda bangsawan yang tadi masuk dinas militer dan ikut dalam suatu tugas ke medan perang.
Namun sayang, Dia terluka parah sehingga menyebabkan demam yang sangat tinggi karena infeksi.
Pada waktu itu belum ada obat untuk infeksi serupa itu.
Para dokter mendengar tentang penisilin penemuan Dokter Fleming & mereka menyuntik pemuda ini dgn penisilin yg merupakan obat penemuan baru.
Berangsur-angsur demam itu reda dan si pemuda akhirnya sembuh!
nama pemuda kedua ini adalah Winston Churchil, seorang Perdana Menteri Inggris.
TAMAT

Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. (Galatia 6:7)

Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. (galatia 6:9)












Rabu, 22 Agustus 2012

Kejahatan itu ada atau tidak?

Ada seorang Professor di suatu Universitas yang sangat terkenal di dunia.
Dia menantang mahasiswa-mahasiswanya dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?"
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, "Betul, Dia yang menciptakan semuanya".
"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya professor sekali lagi.
"Ya, Pak, semuanya" kata mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan 
karena kejahatan itu ada, & menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita. Jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan."
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut.
Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, "Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?". "Tentu saja," jawab si Profesor
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya,"Profesor, apakah dingin itu ada?". "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada."
"Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab "Kenyataannya Pak, dingin itu tidak ada menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas.
Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas..." Kata mahasiswa tersebut.
Mahasiswa itu melanjutkan,"Profesor, apakah gelap itu ada?" Profesor itu menjawab, "Tentu saja itu ada."

Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata "gelap" dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya." Mahasiswa itu menjelaskan secara detail.

Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor, apakah kejahatan itu ada?"
Dengan bimbang professor itu menjawab, "Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan." Jawab si Professor
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak. Kejahatan itu tidak ada. Kejahatan adlh ketiadaan Tuhan. Sprt dingin atau gelap, kejahatan adlh kata yg dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kejahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya. Nah begitulah jawabannya professor" kata mahasiswa tersebut.
Professor itu langsung terdiam. Dan nama mahasiswa itu adalah Albert Einsten :) 
TAMAT















Sabtu, 18 Agustus 2012

Kasih Seorang Ibu

Disuatu pinggiran kota di daerah Ibukota Indonesia. Hiduplah sepasang suami-istri yang mempunyai seorang anak laki-laki. Anak laki-laki ini dibesarkan oleh ibu dan ayahnya dengan penuh kasih sayang. Sang ayah selalu memenuhi semua permintaan anaknya selama ayahnya masih mampu untuk mengabulkan permintaan anaknya.
Berbeda dengan si ibu, dia tidak selalu memenuhi permintaan anaknya. Namun dia memberikan apa yang diperlukan oleh anak laki-lakinya itu.
Dan Ibunya juga lah yang pertama memperkenalkan Tuhan Yesus kepada anaknya.
Si ibu selalu menyuruh anaknya memuji Tuhan Yesus dan Berdoa kepada Tuhan Yesus.
Dia juga mengajari anaknya untuk selalu bersyukur dengan apa yg telah diberikan Tuhan Yesus kpd anaknya. Dia juga mengajari "Doa Bapa Kami"
Si ibu juga mengajari anaknya beberapa hal lainnya. Seperti "Ga usah takut sm setan, kalo ada setan bilang aja 'DALAM NAMA TUHAN YESUS' sampe 3x nanti juga setannya ilang, kabur ketakutan" kata si ibu.
Pasangan suami-istri ini begitu menyayangi anaknya... :)

Singkat cerita anak laki-lakinya ini bertumbuh besar. Dan dia memasuki salah satu SMA Negeri di daerah Jakarta.
Anak laki-laki ini, bukanlah anak yang pintar disekolah. Namun dia juga tidak bodoh.. Dia seperti anak lain yg biasa.
Singkat cerita anak ini akan menghadapi Ujian Nasional dan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)
Anak laki-laki ini sungguh takut tidak lulus dalam Ujian Nasional dan dia sangat pesimis bisa lolos SNMPTN.
Dia bilang ke ibunya "Ma, kalo aku ga lulus UN gimana?"
Ibunya menjawab "Kalo kamu belajar dengan benar kamu pasti dibantu Tuhan Yesus dan pasti lulus"
"Kalo kamu udah belajar dengan benar dan kamu ga lulus, mama ga bakal marah karena pasti Tuhan punya rencana lain" kata si ibu.
Mendengar itu ada sebuah ketenangan dalam hati anak itu.
Ujian Nasional pun dimulai dalam beberapa hari dan si anak mengerjakan soal-soal Ujian Nasionalnya.
Setelah hari terakhir UN. Ibunya bertanya "gimana UNnya?" "Lancar ma" jawab si anak. Si ibu pun tersenyum dan memeluk anaknya.
Dihari dimana anaknya sedang UN sang ibu selalu doa dan puasa selama 3 hari 3 malam :)
Pengumuman UN pun tiba. Anak itu dinyatakan lulus UN. Anak itu memberitakan kabar ini kepada ibunya. Dan ibunya pun senang mendengar kabar ini.
Setelah selesai UN, anak ini harus menghadapi SNMPTN untuk mendapatkan PTN yg dia inginkan.
Karena tau bahwa lolos SNMPTN itu sulit si anak begitu pesimis. Sampai dia bilang ke temannya "Ah ga mungkin gue masuk PTN"
Lalu dia bilang ke Ibunya yang pada waktu itu sedang sakit "Ma, aku kayanya ga bakal masuk PTN, SNMPTN kan saingannya banyak dan pd pinter"
"Lagi juga, aku kan ga ikut bimbel kaya yg lain ma" kata sang anak
Anak ini tidak mengikuti bimbel karena keterbatasan uang yg dimiliki orang tuanya.
Lalu si ibu menjawab "Kamu pasti bisa, makanya belajar dan berdoa terus sama Tuhan Yesus"
Si anak mendengar itu masih pesimis karena dia tau kemampuan atau kepintarannya itu ga seberapa.
Namun dia tetap belajar dan percaya sama Tuhan Yesus. Bahwa Tuhan Yesus lah yang akan membantunya :)
Akhirnya ujian SNMPTN pun dimulai...
Hari pertama SNMPTN......
Ketika selesai ujian, anak ini langsung pulang ke rumahnya... Pas sampai rumah si ibu bertanya kepada anaknya "gimana ujiannya nak?"
"Ya susah-susah gampang ma" jawab si anak.
"Yaudah belajar lagi deh, semoga ujian besok bisa lebih baik." kata ibunya. "Iya ma" jawab si anak

Hari kedua SNMPTN.....
Setelah selesai ujian, seperti biasa dia langsung pulang kerumah.
Sampai dirumah anak itu bertemu dengan ibunya. ibunya kembali bertanya pada anaknya "Gimana ujiannya?"
"Kayanya ga bakalan lolos ma, soalnya susah banget dan tadi banyak yang aku ga isi" Jawab si anak
"Harus optimis dong, didunia ini ga ada yang mustahil. harus percaya sama Tuhan Yesus. pasti Dia bantu" Kata si ibu
"Ya, tapi ini susah ma. oh iya mama puasa 3 hari 3 malam lagi ya?" kata anak itu. "Iya, kenapa?" kata si ibu.
"Udah deh ma, ga usah puasa lagi. Kayanya aku udah pasti ga lolos lagi juga mama kan lagi sakit. Nanti kalo puasa, sakitnya malah tambah parah. trus nanti bukannya dapet PTN malah mama sakit parah" kata anak laki-laki itu
"Engga, mama bakalan puasa terus dan mama yakin kalo kamu nanti bakalan dapet atau diterima di Perguruan Tinggi Negeri" Kata si ibu

Singkat cerita pengumuman SNMPTN pun tiba....
Dia menyalakan Laptop dan membuka web SNMPTN lalu memasukan username dan password dia.
Anak ini merasa sangat pesimis namun dia juga berharap bisa lolos tes tersebut dan diterima di Perguruan Tinggi Negeri yg dia inginkan.
Sebelum Log-In dia berdoa dan sebelum menekan tombol enter, anak itu bicara dengan lantang "DALAM NAMA TUHAN YESUS...!!!"
ketika tombol enter ditekannya dengan keras, anak itu terkejut dan berkata "Yahhhhhhhhh................."
"Kok ga bisa Log-In?" Anak itu menge-cek kertas pendaftarannya "Oh pantes, usernamenya salah"
Ternyata anak laki-laki ini salah memasukan username-nya.
Dan untuk kedua kalinya anak ini memasukan username serta passwordnya dan sebelum menekan enter kembali dia bilang "DALAM NAMA TUHAN YESUS!"
"Takkk!!" Kembali dia menekan tombol enter dengan keras
Setelah melihat hasilnya dilayar anak itu terdiam beberapa saat.
Setelah terdiam beberapa saat, anak itu berkata "Ini ga mungkin!". Dia berusaha menerima kenyataan ini dengan baik.
Dia meyakinkan dirinya bahwa ini bukan mimpi.
Setelah beberapa lama tiba tiba anak itu berteriak "Yeahhhhh Puji TUHAN, Gue lolos SNMPTN!!!! Mustahil banget, Thanks JESUS!!!
Setelah itu dia memberitahukan ke kedua orang tuanya. Mendengar hasil itu orang tuanya sangat senang dengan 'keberhasilan' anaknya
Lalu ibunya berkata "Tuh kan mama bilang juga apa. Pasti kamu lulus SNMPTN"
Lalu si ibu mengajak suami dan anaknya berdoa untuk berterima kasih dengan apa yang telah TUHAN YESUS berikan pada anaknya
 -TAMAT-


Hormatilah ayahmu dan ibumu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. 
(Matius 19:19)

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu imanpengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih. (1 Korintus  13:13)