@thebiblesay

Kamis, 28 Agustus 2014

Karunia Melayani

Roma 12:6 "Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita: Jika karunia itu adalah untuk bernubuat baiklah kita melakukannya sesuai dengan iman kita."
 
Karunia merupakan berkat yang diberikan Allah kepada kita dan sebaiknya kita harus mengembangkannya. Begitu banyak pertanyaan yang muncul tentang bagaimana cara melayani Tuhan padahal kita tidak mempunyai bakat seperti bernyanyi, bermain musik, memberitakan injil dan sebagainya. Tahukah kalian bahwa melayani Tuhan tidak semata-mata dengan hal-hal itu saja? setiap kita pribadi telah dikaruniakan Tuhan bakat atau talenta dan mungkin lebih dari satu. Talenta itulah yang seharusnya kita kembangkan agar kita selalu dapat memuliakan nama Tuhan dimana pun kita berada.

Melayani bukan semata-mata hanya di gereja. Saat kita membantu orang lain yang membutuhkan, saat kita memberikan sebagian rejeki kita kepada mereka yang berkekurangan bahkan saat kita tidak membuang sampah sembarangan dan turut menjaga lingkungan kita juga adalah bentuk dari pelayanan.

Pelayanan itu juga merupakan bentuk persembahan kita dihadapan Tuhan. Persembahan bukan hanya berupa materi yang kita berikan setiap hari minggu tetapi juga pelayanan terhadap sesama.
Oleh karena itu berikanlah persembahan yang benar dihadapan Tuhan melalui pelayanan karena pelayanan sekecil apapun yang kita berikan dengan setulus hati dapat menjadi berkat bagi kita dan bagi sesama kita.

Rabu, 27 Agustus 2014

Geleng-Geleng Kepala

Lukas 17:18 “Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?”

                Selesai makan, Tara memanggil pelayan sebuah rumah makan untuk meminta bill. Pelayan tersebut menyodorkan sejumlah nilai yang harus dibayar. Tara sengaja memberikan uang lebih, sambil berkata “uang kembaliannya diambil saja”. Tanpa senyum dan mengucapkan terima kasih, pelayan itu mengambil uang Tara dan langsung pergi begitu saja. Dalam hati Tara geleng-geleng kepala dengan sikap pelayan tersebut. Tara tidak gila hormat, namun mendapat perlakuan seperti itu membuatnya menyesal memberikan tips kepada orang yang tidak tahu berterimakasih seperti itu.

                Bacaan kita hari ini cukup menggambarkan kekecewaan Yesus terhadap orang kusta yang telah Ia sembuhkan. Betapa tidak? Dari sepuluh orang kusta yang Ia sembuhkan, hanya satu orang kusta yang kembali untuk berterima kasih dan memuliakan Tuhan. Ironisnya, satu orang itu adalah orang asing yaitu orang samaria. Dimanakan yang Sembilan orang lainnya? Mereka mungkin seperti pelayan rumah makan tadi, langsung pergi begitu saja setelah mendapat mujizat penyembuhan.

                Dari sepuluh orang, hanya satu yang kembali mengucap syukur. Mungkin itulah gambaran kebanyakan manusia, yaitu lupa untuk berterima kasih. Coba hitung kembali berkat, mujizat, pertolongan, dan hal-hal apa saja yang telah Tuhan berikan kepada kita. Diantara semua berkat itu berapa banyak kita menyediakan waktu secara khusus untuk berterima kasih, mengucap syukur, dan memuliakan Tuhan? Akankah berkat dan mujizat yang kita terima justru membuat kita lupa dengan Tuhan yang memberikan berkat dan mengadakan mujizat? Jika demikian, mungkin Tuhan di sorga geleng-geleng kepala melihat sikap kita yang tidak tahu terimakasih.

Jumat, 22 Agustus 2014

UCAPAN SYUKUR YANG MENULAR

Bacaan: Mazmur 103
 Menjadi pelupa biasanya meningkat seiring dengan bertambahnya usia, namun hal itu kini umum dialami oleh kita semua. Bahkan anak-anak pun bisa menjadi pelupa dan kerap mengeluarkan alasan, "Saya lupa!" Namun ada satu jenis kelupaan yang tidak termaafkan dan berlaku untuk semua umur-lupa mengucap syukur kepada Allah. 
Karena Pemazmur Daud sudah menetapkan untuk tidak mengecewakan Tuhan dalam hal mengucap syukur, maka ia mengajak jiwanya: "Janganlah lupakan segala kebaikkan-Nya" (Mazmur 103:2). Daud tidak menyembunyikan ucapan syukurnya kepada Allah.
 Dalam Mazmur 34:3 ia mengungkapkan, "Biarlah orang-orang yang rendah hati mendengar-Nya dan bersukacita." Lalu, siapakah orang-orang yang rendah hati itu? Mereka adalah orang-orang yang mengalami saat-saat yang sulit seperti Daud.
 Mengapa mereka akan bersukacita bila mendengar pujian Daud? Karena iman mereka dikuatkan ketika Daud memberi kesaksian tentang pertolongan Allah saat ia mengalami ketakutan (ayat 5), kesesakan (ayat 7), kekurangan (ayat 11), remuk jiwa (ayat 19) atau kemalangan (ayat 20). Kapan terakhir kali Anda secara terbuka dan tanpa rasa malu memuji Allah atas pertolongan-Nya saat Anda mengalami kesulitan? Seseorang pernah berkata, "Jika orang-orang Kristen lebih lagi dalam memuji Allah, keraguan dunia terhadap Dia akan semakin berkurang." Sikap mengucap syukur kepada-Nya atas kebaikan-Nya dan teladan Anda dalam memuji Dia dapat membuat orang lain tidak ragu-ragu untuk beriman kepada-Nya
 -JEY SIKAP MAU BERSYUKUR DAPAT MEMBUAT HIDUP ANDA PENUH SUKACITA

Kamis, 21 Agustus 2014

Marah itu Dosa

Efesus 4:26 " Apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu"  
Urusan maku-memaku memang tidak sulit. Kita bisa saja menyuruh orang yg tidak kita kenal atau siapapun itu untuk memaku dirumah kita. Jadi kenapa setiap kita memaku kita harus melihat si pemaku melakukan hal itu? Kenapa tidak kita biarkan saja? Karna kita pasti takut jika si pemaku salah  posisi atau terlalu dalam menacapkan pakunya. Memang hal maku memaku kelihatan sepele, tapi jika salah maka akan mrnyisahkan sebuah lubang yang akan membuat dinding kita terkesan jelek. Kita bisa saja mengecatnya kembali tapi itu tidak akan efektif.
Sama halnya dengan dosa. Amarah atau emosi yang tidak terkendalikan bisa menyebabkan seseorang menjadi terluka, ia menjadi kehilangan semangatnya. Tetapi sebaliknya jika kita memberi perkataan yang baik kepadanya maka ia juga akan mendapat sebuah kebaikan dari perkataan yang di dengarkannya..
apakah maksud dari "janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu"? Apa saat matahari akan terbenam disitu juga kita tiba-tiba berhenti marah?  Bukan. Amarah itu mungkin adalah hal yg lumrah di dunia ini, siapa saja tidak terlupiut dari amarah. Tetapi yang perlu kita ingat adalah Disaat kita marah janganlah sampai amarah itu membekas dihatinya atau menjadi berlarut-larut karena itu adalah dosa.  
Amsal 14:29 “Orang yang sabar, besar pengertiannya. Tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohannya."  Bersabarlah dalam kesesakan. Amarah tidak akan menyelesaikan sebuah masalah karena amarah adalah pekerjaan si iblis yang berhasil menguasai hati dan pikiran kita karena  Yak 1:19,20 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini; setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata dan juga lambat untuk marah. Sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.